Buku Cerita Rakyat

Gerakan membaca merupakan desain induk penumbuhan budi pekerti yang kemudian dikenal dengan Gerakan Literasi Sekolah (selanjutnya disebut GLS). GLS yang digagas dan dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah merupakan kepedulian atas rendahnya kompetensi peserta didik Indonesia dalam bidang matematika, sains, dan membaca. 

Kompetensi literasi dasar mencakup menyimak-berbicara, membaca-menulis, berhitung-memperhitungkan, dan mengamati-menggambar memang perlu ditanamkan sejak pendidikan dasar dan dilanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi (Faizah, dkk: 2016). Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah membaca buku nonpelajaran selama 15 menit sebelum waktu belajar dimulai. 

Gerakan membaca  bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan membaca kepada siswa dan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus merancang imajinasi. Gerakan membaca membutuhkan buku bacaan. Usia anak sekolah dasar, buku cerita sangat diperlukan. dengan buku cerita, anak dapat trgugah keinginannya memmbaca. sehingga, langkah ini merupakan upaya untuk menumbuhkan budaya literasi anak sejak dini. 

Berikut ini buku cerita anak yang dapat digunakan untuk menumbuhkan budaya baca. 

Download [klik gambar]

Buku Cerita Kain Tenun dan Putra Mahkota


Cerita kesaksian Indra Maulana



Cerita Minangkabau, Bengkarung Teperdaya


Cerita Dari Kalimantan, Burung Ajaib


Cerita Rakyat Papua


Cerita Pak Belalang


Subscribe to receive free email updates: