TEKNIK PEMBUATAN KISI-KISI SOAL ULANGAN / UJIAN

Penilaian pengetahuan dapat dilakukan dengan berbagai teknik, diantaranya adalah dengan menggunakan teknik tes tertulis. Salah satu bagian yang sangat vital agar soal yang disusun sesuai dengan tujuan pembelajaran adalah menyusun kisi-kisi soal.

Kisi-kisi (test blue print atau table of specification) merupakan deskripsi mengenai ruang lingkup dan isi materi yang akan diujikan. Kisi-kisi merupakan spesifikasi yang memuat kriteria soal yang akan ditulis yang meliputi antara lain KD yang akan diukur, materi, indikator soal, bentuk soal, dan jumlah soal.

Kisi-kisi disusun untuk memastikan butir-butir soal mewakili apa yang seharusnya diukur secara proporsional. Pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif dengan kecakapan berfikir tingkat rendah hingga tinggi akan terwakili secara memadai.

Syarat-syarat kisi-kisi yang baik adalah :
  1. Mewakili isi kurikulum yang akan diujikan 
  2. Komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami 
  3. Soal-soalnya dapat dibuat sesuai dengan Indikator dan bentuk yang yang ditetapkan 
Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan tekanan tes yang setepat-tepatnya, sehingga dapat menjadi petunjuk dalam menulis soal. Adapun wujudnya dapat berbentuk format atau matriks.

Berikut ini contoh format kisi-kisi soal tes pengetahuan yang kami kutip dari Buku "Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan untuk SMP" yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMP Ditjen Dikdasmen Kemdikbud tahun 2016. 

No
Kompetensi Dasar
Materi
Indikator Soal
Bentuk Soal
Jumlah soal

























Agar soal yang kita buat sebarannya merata, tidak bertumpuk pada satu atau beberapa KD sedangkan KD yang lain tidak terwakili, sebaiknya kita membuat peta Penentuan dan Penyebaran Soal, sepeerti contoh format berikut ini

No
Kompetensi Dasar
Materi

Jumlah Soal Tes tulis
Jumlah Soal Praktik
PG
Uraian
1
1.1 ……..




2
1.2 …….




3
1. 3 ……




4





5





6





7





8
 dst





Indikator soal 

Indikator merupakan rumusan pernyataan sebagai bentuk ukuran spesifik yang menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar dengan menggunakan kata kerja operasional (KKO). Dalam praktiknya, penggunaan kata kerja operasional untuk setiap indikator harus disesuaikan dengan domain dan jenjang kemampuan yang diukur.

Ranah kognitif yang dikembangkan Benjamin S. Bloom adalah:
  1. Ingatan di antaranya seperti: menyebutkan, menentukan, menunjukkan, mengingat kembali, mendefinisikan; 
  2. Pemahaman di antaranya seperti:membedakan, mengubah, memberi contoh, memperkirakan, mengambil kesimpulan; 
  3. Penerapan di antaranya seperti: menggunakan, menerapkan; 
  4. Analisis di antaranya seperti: membandingkan, mengklasifikasikan, mengkategorikan, menganalisis;  
  5. Sintesis antaranya seperti: menghubungkan, mengembangkan, mengorganisasikan, menyusun; 
  6. Evaluasi di antaranya seperti: menafsirkan, menilai, memutuskan. 

Jenis perilaku yang dikembangkan Robert M. Gagne
  1. kemampuan intelektual: diskriminasi, identifikasi/konsep yang nyata, klasifikasi, demonstrasi, generalisasi/menghasilkan sesuatu; 
  2. strategi kognitif: menghasilkan suatu pemecahan; 
  3. informasi verbal: menyatakan sesuatu secara oral; 
  4. keterampilan motorist melaksanakan/menjalankan sesuatu; 
  5. sikap: kemampuan untuk memilih sesuatu 
Keterampilan berpikir yang dikembangkan Linn dan Gronlund
  1. Membandingkan
    o Apa persamaan dan perbedaan antara ... dan...
    o Bandingkan dua cara berikut tentang ....
  2. Hubungan sebab-akibat
    o Apa penyebab utama ...
    o Apa akibat …
  3. Memberi alasan (justifying)
    o Manakah pilihan berikut yang kamu pilih, mengapa?
    o Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang ....
  4. Meringkas
    o Tuliskan pernyataan penting yang termasuk ...
    o Ringkaslah dengan tepat isi …
  5. Menyimpulkan
    o Susunlah beberapa kesimpulan yang berasal dari data ....
    o Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut ....
  6. Berpendapat (inferring)
    o Berdasarkan ..., apa yang akan terjadi bila
    o Apa reaksi A terhadap …
  7. Mengelompokkan
    o Kelompokkan hal berikut berdasarkan ....
    o Apakah hal berikut memiliki ...
  8. Menciptakan
    o Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang ....
    o Lengkapilah cerita ... tentang apa yang akan terjadi bila ....
  9. Menerapkan
    o Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah ....
    o Tuliskan ... dengan menggunakan pedoman....
  10. Analisis
    o Manakah penulisan yang salah pada paragraf ....
    o Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama ....
  11. Sintesis
    o Tuliskan satu rencana untuk pembuktian ...
    o Tuliskan sebuah laporan ...
  12. Evaluasi
    o Apakah kelebihan dan kelemahan ....
    o Berdasarkan kriteria ..., tuliskanlah evaluasi tentang...
Perumusan Indikator Soal
  1. menggunakan kata kerja operasional (perilaku khusus) yang tepat,
  2. menggunakan satu kata kerja operasional untuk soal objektif, dan satu atau lebih kata kerja operasional untuk soal uraian/tes perbuatan,
  3. dapat dibuatkan soal atau pengecohnya (untuk soal pilihan ganda).

Selanjutnya Penulisan indikator yang lengkap, harus memenuhi komponen-komponen sebagai berikut :
A = audience (peserta didik) ,
B = behaviour (perilaku yang harus ditampilkan),
C = condition (kondisi yang diberikan),
D = degree (tingkatan yang diharapkan).

Model penulisan indikator

  1. menempatkan kondisinya di awal kalimat
    Contoh model pertama untuk soal menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

    Indikator: Diperdengarkan sebuah pernyataan pendek dengan topik "belajar mandiri", peserta didik dapat menentukan dengan tepat pernyataan yang sama artinya.

    Soal : (Soal dibacakan atau diperdengarkan hanya satu kali, kemudian peserta didik memilih dengan tepat satu pernyataan yang sama artinya.
    Soalnya adalah: "Hari harus masuk kelas pukul 7.00., tetapi dia datang pukul 8.00 pagi hari.") Lembar tes hanya berisi pilihan seperti berikut:
    a. Hari masuk kelas tepat waktu pagi ini.
    b. Hari masuk kelas terlambat dua jam pagi ini
    c. Hari masuk Kelas terlambat siang hari ini,
    d. Hari masuk Kelas terlambat satu jam hari ini

    Kunci: d
  2. menempatkan peserta didik dan perilaku yang harus ditampilkan di awal kalimat

    Contoh model kedua

    Indikator: Peserta didik dapat menentukan dengan tepat penulisan tanda baca pada nilai uang.

    Soal : Penulisan nilai uang yang benar adalah ....
    a. Rp 125,-
    b. RP 125,00
    c. Rp125
    d. Rp125.

    Kunci: b
Sumber: al-maududy.com

Subscribe to receive free email updates: